EDUKASI
Tropospheric Biennial Oscillation (TBO)
Fenomena global TBO (Tropospheric Biennial Oscillation) adalah salah satu bentuk variasi antar tahunan elemen iklim di lapisan troposfer (dari permukaan sampai troposfer atas bahkan sampai tropopause) dengan perioda sekitar 2-3 tahun yang terjadi karena adanya interaksi antara lautan-daratan-atmosfer di daerah monsun Asia, monsun Australia, lautan India Tropis dan lautan Pasifik (Barat, Tengah dan Timur) Tropis. Notasi TBO mulai sering digunakan sejak diusulkan oleh Ilmuwan/Peneliti Gerald A.Meehl salah seorang pakar Sains Atmosfer di National Center for Atmospheric Research (NCAR), Boulder, Colorado, Amerika Serikat di tahun 1987 saat melakukan kajian tentang siklus tahunan dan variasi antar tahunan di daerah lautan India tropis dan Pasifik Tropis. Sedang notasi QBO (Quasi Biennial Oscillation) sudah lebih dahulu digunakan sejak diusulkan oleh Reed et al. (1961) saat mengkaji tentang adanya propagasi tahunan ke arah bawah (downward) angin di daerah stratosfer tropis, dan oleh Veryard dan Ebdon (1961) saat mengkaji fluktuasi angin di daerah stratosfer tropis sebagaimana diungkap dalam Webster et al. (1998).
Selanjutnya, Yasunari (1989) dalam Webster et al. (1998) mengungkapkan bahwa TBO di troposfer dan QBO di stratosfer mungkin memiliki hubungan (link) yang erat, meskipun signifikansi dan bentuk hubungannya bagaimana dan seperti apa belum sepenuhnya dipahami. Sebagai keterangan tambahan, bahwa sampai saat ini mekanisme, perilaku maupun pola kopling vertikal dari QBO ke atas (ke lapisan mesosfer) dan ke bawah (ke lapisan troposfer) masih merupakan permasalahan yang pelik dalam Meteorologi dan Klimatologi ataupun dalam Sains dan Penelitian Atmosfer pada umumnya. Dan salah satu karakteristik fenomena TBO curah hujan sebagai bagian dari sistem pasangan (couple) interaksi lautan-daratan-atmosfer di daerah monsun yang penting adalah adanya kenaikan curah hujan di satu musim panas dan adanya penurunan curah hujan di musim panas berikutnya. (Webster et al., 1998). Ilustrasi skematis mekanisme osilasi kuasi dua tahunan troposfer (TBO) yang merupakan kaijian dari Chang dan Li, 2000 disajikan dalam gambar (1) di bawah ini.
Gambar 1. Ilustrasi skematis yang menggambarkan interaksi antara monsun, lautan dan atmosfer, yang menunjukkan osilasi dua tahunan (biennial) dalam model CL00. Chang dan Li (2000).
Dalam gambar (1), penyebab dan akibat dari kejadian (event) monsun kuat dengan sebarisan pengatur perkembangan pada monsun musim panas BBU (Belahan Bumi Utara) yang ditampilkan oleh dua garis penuh warna merah, dan sebaliknya pengatur perkembangan pada monsun musim dingin BBU yang ditampilkan oleh satu garis putus-putus warna hitam disajikan di sisi kiri, sedangkan rangkaian diagram yang menggambarkan kejadian pada kejadian monsun lemah hanya secara simbolik ditampilkan dalam gambar (1) di sisi kanan, karena secara detilnya, kejadian monsun lemah ini adalah bayangan cermin dari kejadian monsun kuat. Dua kejadian monsun ini dipisahkan oleh pita dalam gambar (1). Daerah-daerah yang berupa daratan dan lautan disajikan dalam kotak terarsir, sedangkan yang tidak terarsir merupakan gambaran proses interaksi yang terjadi di atmosfer (ditampilkan dalam bentuk oval) dan di lautan (ditampilkan dalam bentuk persegi). Perkembangan dan kejadian selama monsun musim panas BBU mengikuti garis penuh dan panah warna merah, dan sebaliknya perkembangan dan kejadian selama monsun musim dingin BBU mengikuti garis putus-putus dan panah warna hitam.
|