|
|
|
Informasi Kondisi Sampah Antariksa
|
 |
Sampah
antariksa adalah benda buatan manusia yang mengitari bumi
selain satelit yang berfungsi. Seperti halnya sampah pada
umumnya, sampah antariksa juga menimbulkan gangguan pada lingkungannya.
Wahana antariksa (satelit, roket, wahana ulang-alik, dan lain
sebagainya) yang tertumbuk sampah antariksa dapat menderita
berbagai macam gangguan mulai dari degradasi permukaan satelit,
pecahnya satelit, hingga hilangnya satelit (tidak terdeteksi
lagi oleh sensor di bumi). Ini bergantung terutama pada ukuran
sampah dan ketinggian satelit bersangkutan. Sampah antariksa
juga dapat meninggalkan jejak (trail) pada citra
hasil pengamatan astronomi yang tentu saja mengurangi kualitas
citra tersebut dan berpotensi mengurangi jumlah proton berenergi
tinggi yang berada di Sabuk Van Allen secara signifikan. |
| Seiring
dengan makin maraknya eksplorasi antariksa maka jumlah benda
antariksa termasuk sampahnya diperkirakan makin bertambah
pula. Kondisi yang mengkhawatirkan ini melatarbelakangi Bidang
Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
(Matsa LAPAN) untuk menginformasikan perkembangan sampah antariksa.
Informasi yang diberikan bersifat insidentil yakni jika terjadi
peningkatan sampah antariksa secara siginifikan seperti yang
terjadi di bulan Februari tahun ini ketika Amerika Serikat
menembak sendiri satelit mata-matanya yang tidak lagi berfungsi.
Diharapkan adanya informasi ini menyadarkan kita semua tentang
ancaman sampah antariksa sehingga sedari awal mempertimbangkan
masalah internasional ini. Informasi ini juga diharapkan dapat
menjadi masukan bagi seluruh pihak yang berwenang dalam masalah
kedirgantaraan di Indonesia terutama LAPAN dalam merencanakan
dan menerapkan langkah-langkah mitigasi sampah antariksa di
Indonesia. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi
Matsa. |
|