ENGLISH SITEMAP SITUS INTERNAL          
aktivitas matahari tanggal 26 Mei 2009: tenang; bilangan sunspot: 0
INFORMASI  
Depan
Aktivitas Matahari
Cuaca Antariksa
Orbit Satelit
Publikasi Ilmiah
Galeri
Glossary
Edukasi
Kegiatan
 
 
 

Selain berperan sebagai sumber energi, matahari juga merupakan sumber gangguan terhadap regularitas karakteristik atmosfer bumi dan media antar planet. Bervariasinya aktivitas matahari, atmosfer bumi dan media antar planet ini menunjukkan adanya tanggapan terhadap datangnya energi dan momentum sebagai suatu gangguan yang akan mengakibatkan perubahan pada komposisi, kondisi fisik, dan dinamikanya. Perubahan aktivitas matahari dalam skala waktu pendek yang diakibatkan oleh adanya aktivitas matahari secara transien (flare), ditandai dengan peningkatan radiasielektromagnet, partikel energi tinggi, dan lontaran lontaran massa korona (coronalmass ejection/CME) yang signifikan.

Oleh karena itu, diperlukan adanya informasi tentang aktivitas matahari ini secara terus menerus guna mengantisipasi kemungkinan akan terjadinya gangguan pada atmosfer bumi baik dalam skala waktu pendek maupun panjang.

Cuaca antariksa menggambarkan kondisi di antariksa yang meliputi kondisi pada matahari, angin surya, magnetosfer, ionosfer, dan termosfer. Cuaca antariksa sangat dipengaruhi oleh aktivitas matahari terutama kecepatan dan kerapatan angin surya, sifat dari medan magnetik bumi serta medan magnetik antarplanet Interplanetary Magnetic Field (IMF) yang dibawa oleh plasma angin surya, dan lokasi kita dalam tata surya. Berbagai Aktivitas matahari seperti sunspot, flare, prominensa, filamen, Coronal Mass Ejection (CME) dan kaitannya dengan gelombang kejut (shock wave) juga penting dalam mempengaruhicuacaantariksa yang dapat menekan magnetosfer dan memicu terjadinya badai geomagnetik.

Cuaca antariksa mempengaruhi kinerja dan keandalan sistem teknologi yang berada di antariksa dan landas bumi. Variasi fenomena fisis yang terkait dengan cuaca antariksa seperti badai geomagnetik (geomagnetic storms) dan substorms, memberikan energi pada sabuk Van Allen hingga dapat menimbulkan aurora, arus induksi geomagnetik (geomagnetically induced current) di permukaan bumi, serta perubahan kondisi ionosfer yang dapat menyebabkan gangguan komunikasi dan navigasi.

Gerak satelit di ruang angkasa dapat di lihat dari orbitnya yang diwakili oleh beberapa parameter diantaranya inklinasi yang menyatakan sudut antara bidang ekuator bumi dengan bidang orbit satelit, posisi dan kecepatan satelit. Dalam desain awal orbit sebelum satelit di luncurkan, orbit satelit selalu di asumsikan berbentuk lingkaran. Pada umumnya, satelit di tempatkan berdasarkan misinya. Untuk satelit dengan misi komunikasi,  pada umumnya di tempatkan pada ketinggian orbit Geosinkronus, yakni sekitar 36.000 km dari permukaan bumi. Sedangkan untuk misi penginderaan jauh, pada umumnya satelit di tempatkan pada ketinggian orbit rendah, yakni di bawah 1000 km dari permukaan bumi.

Satelit yang mengorbit sering di analogikan seperti sebuah kapal yang berlayar di laut, setiap saat dapat terancam oleh badai. Begitu juga satelit, ancaman bisa datang dari berbagai sumber seperti hambatan atmosfer yang dapat mempengaruhi penurunan ketinggian orbit satelit. Penurunan ketinggian orbit ini terkait dengan kala hidup satelit di orbit. Ancaman lainnya adalah sampah antariksa yang berasal dari satelit pasif, pecahan satelit ataupun roket serta misi terkait satelit seperti pelepasan tutup teleskop, serpihan baut dari proses separasi (pemisahan) satelit dari roket dan sebagainya. Sampah antariksa ini juga menjadi ancaman bagi satelit-satelit yang masih aktif.

Pemantauan kondisi lingkungan antariksa dan kondisi satelit perlu di lakukan sebagai upaya mengurangi dampak terburuk yang bisa berdampak pada satelit-satelit yang telah atau akan di kembangkan LAPAN di masa mendatang.  Dengan demikian perlu adanya serangkaian penelitian, pemantauan dan berbagai kegiatan lain yang secara intens di lakukan sebagai upaya peringatan dini gangguan orbit dan operasional satelit, baik dari kondi cuaca antariksa maupun dari sampah antariksa.

 

Bidang Matahari dan Antariksa

Contact: matsa@bdg.lapan.go.id