LAYANAN INFORMASI ASTRONOMI
DISEMINASI HISAB RUKYAT 2010
Latar Belakang
Tiap tahun, saat akan menyambut bulan suci Ramadhan dan bulan Syawal, umat Islam sering dikhawatirkan dengan perbedaan dimulainya puasa dan perayaan Idul Fitri versi pemerintah dan versi beberapa organisasi besar Islam. Perbedaan ini timbul karena masing-masing pihak menggunakan kriteria yang berbeda dalam penentuan awal bulan dalam penanggalan hijriah. Disadari atau tidak, permasalahan tersebut hingga saat ini masih merupakan bagian dari kehidupan bangsa ini. Oleh karena itu, memahami akar permasalahan yang ada dapat membantu dalam menentukan sikap.
Permasalahan lain yang muncul akhir-akhir ini adalah masalah kiblat. Astronomi bisa memberikan penjelasan praktis kepada masyarakat terkait cara penentuannya yang akurat, dengan tetap merujuk pada ketentuan syar’i yang difatwakan oleh majelis ulama dan pedoman umum dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Secara umum, hisab berarti menghitung atau memperkirakan sedangkan rukyat berarti melihat atau mengamati. Dua hal ini saling bergantung satu sama lain. Keakuratan suatu perhitungan diperoleh berdasarkan kajian analitik dan numerik terhadap data yang diperoleh dari pengamatan. Pada gilirannya, keakuratan suatu pengamatan bergantung pada akurasi perhitungan yang dilakukan. Menghitung dan mengamati ini sering dilakukan untuk mengetahui waktu dan arah terjadinya sesuatu di alam semesta ini, termasuk untuk aplikasinya di masyarakat terkait permasalahan hisab rukyat.
Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa, LAPAN adalah salah satu instansi pemerintah yang mengkaji masalah-masalah astronomi termasuk waktu dan arah. Mempertimbangkan kompetensi yang dimiliki dan mengingat urgensi hisab dan rukyat maka Pusfatsainsa berupaya untuk turut menyebarluaskan pengetahuan astronomi praktis bagi masyarakat melalui kegiatan Diseminasi Hisab Rukyat.