Ozon di stratosfer menyumbang sekitar 90% dari total konsentrasi ozon di atmosfer bumi kita. Ozon ini sangat bermanfaat untuk menjaga kelangsungan kehidupan di bumi karena kemampuannya dalam menyaring radiasi matahari ultraviolet (UV) terutama pada panjang gelombang yang berbahaya dibawah 240 nm. Perubahan konsentrasi ozon dapat disebabkan adanya pembentukan dan perusakan karena pengaruh alamiah dan antropogenik.
Salah satu faktor yang mempengaruhi ozon di atmosfer adalah aerosol sulfat stratosfer. Letusan gunung berapi yang besar akan memberikan sejumlah besar aerosol juga chlorine dan SO 2 ke stratosfer bawah.
Fraksi awan yang menghasilkan r adikal OH dan HO 2 dari fotokimia air dapat merusak ozon di stratosfer. Maka musim hujan akan berpotensi dalam menurunkan konsentrasi ozon total di stratosfer tentunya. Berdasarkan data satelit untuk indeks aerosol dan fraksi awan akan dilihat pengaruhnya terhadap ozon total pada musim hujan dan peralihan di awal tahun 2009.
Distribusi spasial Indeks Aerosol dari Januari sampai April 2009 di Indonesia
Distribusi spasial fraksi awan (%) dari Januari sampai April 2009 di Indonesia
Distribusi spasial O 3 dari Januari sampai April 2009 di Indonesia
Indeks Aerosol (AI), Fraksi Awan (rdcf %) dan O 3 total dari Januari sampai April 2009 di Indonesia
Hasil yang diperoleh menunjukkan konsentrasi aerosol selama periode Januari sampai April 2009 terlihat dipengaruhi letusan gunung berapi yang terjadi di wilayah Indonesia. Pengaruh aerosol terhadap O 3 total tidak begitu kuat meskipun ada korelasi antara keduanya yaitu aerosol naik sebaliknya O 3 total turun. Berbeda dengan pengaruh awan terhadap O 3 total adalah kuat sekali dan signifikan dengan nilai koefisien korelasi -0,972 dan signifikan p= 0,027. Jadi awan lebih kuat mempengaruhi O 3 total dibandingkan aerosol.
|