Tubrukan satelit dengan debris (sampah antariksa) pernah terjadi pada tanggal 24 Juli 1996. Kejadian ini menimpa satelit Cerise milik Perancis yang patah tiang kestabilannya akibat ditubruk oleh pecahan roket SPOT 1 milik ESA padahal, menurut perhitungan, probabilitas tubrukan pada jarak terdekat antara Cerise dan debris bersangkutan di sekitar waktu terjadinya tubrukan hanya berorde 1E-6 dengan jarak terdekat 1.5 km. Perhitungan ini dilakukan dengan mengingat bahwa presisi data orbit yang digunakan berkisar 1 km.
Bidang Matsa belajar dari kejadian yang dialami Cerise tahun 1996 di atas. Walaupun pemantauan probabilitas tubrukan satelit LAPAN-TUBSAT dengan benda buatan lainnya (
http://www.dirgantara-lapan.or.id/matsa/info%20orbit.htm) selama ini menunjukkan bahwa probabilitas tubrukan tersebut maksimal berorde 1E-6 dan jarak terdekat jarang sekali kurang dari 1 km, kita tidak dapat begitu saja menyepelekan nilai yang tampaknya kecil ini.